✦ Tradisi Jawa & Islam

Kalkulator Menghitung Selamatan Orang Meninggal

Masukkan tanggal wafat, dan dapatkan seluruh jadwal selamatan — mulai dari 3 hari hingga 1000 hari (Nyewu) — secara otomatis dan akurat.

Jawaban singkat: Selamatan kematian dalam tradisi Jawa-Islam umumnya digelar pada hari ke-3 (Nelung Dina), ke-7 (Mitung Dina), ke-40 (Matang Puluh), ke-100 (Nyatus), Mendhak Pisan (1 tahun), Mendhak Pindho (2 tahun), dan puncaknya hari ke-1000 (Nyewu). Kalkulator ini menghitung seluruh tanggal tersebut secara otomatis dari tanggal wafat yang Anda masukkan.
✓ Diperbarui mengikuti kalender Masehi & Hijriah Rujukan: NU Online Kemenag: kemenag.go.id Bagian dari DexoCalc.com

Masukkan Data

Isi tanggal meninggal dunia untuk menghitung seluruh jadwal selamatan.

Perhitungan Mendhak Pisan & Mendhak Pindho menggunakan pendekatan tahun Hijriah (≈354 hari) sesuai adat Jawa-Islam. Tanggal pasti selamatan dapat berbeda ±1 hari tergantung rukyat/hisab setempat — sebaiknya dikonfirmasi ke sesepuh atau tokoh agama setempat.

Jadwal Selamatan Anda

Masukkan tanggal untuk melihat jadwal lengkap

    Apa Itu Selamatan Kematian dalam Tradisi Jawa?

    Selamatan — juga dikenal dengan istilah slametan, tahlilan, atau kirim doa — adalah rangkaian doa bersama yang digelar keluarga setelah seseorang meninggal dunia. Tradisi ini memadukan ajaran Islam (pembacaan Yasin, tahlil, dan doa arwah) dengan kebiasaan Jawa turun-temurun yang mengatur waktu pelaksanaannya berdasarkan hitungan hari tertentu sejak kematian. Bagi keluarga yang berduka, kalkulator menghitung selamatan orang meninggal ini hadir untuk memudahkan penentuan tanggal, tanpa perlu menghitung manual satu per satu.

    Selamatan bukan sekadar tradisi ritual — ini adalah bentuk penghormatan terakhir, doa untuk ketenangan arwah, dan sarana keluarga besar serta tetangga untuk saling menguatkan dalam masa duka.

    Cara Kerja Kalkulator Menghitung Selamatan Orang Meninggal

    Kalkulator ini bekerja dengan mengambil tanggal wafat sebagai titik awal (dihitung sebagai hari ke-1), lalu menjumlahkannya dengan interval hari sesuai tahapan selamatan yang berlaku dalam adat Jawa-Islam. Untuk hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, dan ke-1000, sistem menggunakan kalender Masehi standar. Sementara untuk Mendhak Pisan dan Mendhak Pindho, sistem menambahkan pendekatan satu dan dua tahun Hijriah (sekitar 354–355 hari per tahun), karena secara adat kedua peringatan ini mengikuti siklus tahun Jawa/Hijriah, bukan tahun Masehi penuh (365 hari).

    Tabel Jadwal Lengkap Selamatan Kematian

    TahapanNama Tradisi JawaHari Ke-Dasar Hitungan
    Hari KematianGeblagHari ke-1Tanggal wafat
    3 HariNelung DinaHari ke-3Masehi
    7 HariMitung DinaHari ke-7Masehi
    40 HariMatang PuluhHari ke-40Masehi
    100 HariNyatusHari ke-100Masehi
    1 TahunMendhak Pisan≈ Hari ke-3541 Tahun Hijriah
    2 TahunMendhak Pindho≈ Hari ke-7092 Tahun Hijriah
    1000 HariNyewuHari ke-1000Masehi

    Makna Setiap Tahapan Selamatan

    Nelung Dina (3 Hari)

    Mengiringi arwah melewati masa transisi pertama setelah kematian; doa bersama untuk menguatkan keluarga yang masih berduka.

    Mitung Dina (7 Hari)

    Peringatan yang biasanya dihadiri lebih banyak tetangga dan kerabat, diisi tahlil, Yasin, dan doa bersama.

    Matang Puluh (40 Hari)

    Dipercaya sebagai masa transisi yang lebih sempurna; keluarga mulai kembali menata kehidupan sambil terus mendoakan almarhum.

    Nyatus (100 Hari)

    Kenduri yang lebih besar sebagai penguat doa dan sedekah atas nama almarhum, sekaligus refleksi tentang kefanaan hidup.

    Mendhak Pisan & Pindho

    Peringatan tahun pertama dan kedua, digelar lebih meriah dengan mengundang keluarga besar sebagai bentuk penghormatan.

    Nyewu (1000 Hari)

    Puncak sekaligus penutup rangkaian selamatan, menjadi simbol penyempurnaan perjalanan doa keluarga untuk arwah.

    Panduan Menggunakan Kalkulator Ini

    1. Masukkan nama almarhum/almarhumah pada kolom yang tersedia (boleh dikosongkan).
    2. Pilih tanggal meninggal dunia melalui kalender yang tersedia.
    3. Klik tombol “Hitung Jadwal Selamatan” untuk menampilkan seluruh tanggal secara otomatis.
    4. Gunakan tombol “Cetak Jadwal” atau “Salin Jadwal” untuk menyimpan dan membagikan hasil kepada keluarga.

    Hasil dari perhitungan ini dapat dijadikan acuan awal keluarga sebelum berkoordinasi lebih lanjut dengan sesepuh, ustadz, atau tokoh masyarakat setempat, karena praktik di setiap daerah bisa sedikit berbeda.

    Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

    Apa itu selamatan orang meninggal?

    Selamatan orang meninggal adalah tradisi doa bersama keluarga dan tetangga yang digelar pada hari-hari tertentu setelah seseorang wafat, sebagai bentuk penghormatan dan permohonan ampunan untuk arwah yang telah meninggal.

    Apakah hari ke-1000 dihitung dari tanggal kematian atau dari hari ke-100?

    Hari ke-1000 (Nyewu) dihitung langsung dari tanggal kematian, dengan hari wafat dianggap sebagai hari pertama, bukan dihitung ulang dari selamatan hari ke-100.

    Apa itu Mendhak Pisan dan Mendhak Pindho?

    Mendhak Pisan adalah peringatan satu tahun pertama setelah kematian, sedangkan Mendhak Pindho adalah peringatan dua tahun. Keduanya dihitung menggunakan pendekatan tahun Hijriah, bukan tahun Masehi penuh.

    Apakah kalkulator ini akurat untuk semua daerah di Indonesia?

    Kalkulator ini menggunakan hitungan umum yang berlaku luas dalam tradisi Jawa-Islam. Karena praktik dapat berbeda antar daerah dan keluarga, hasil ini sebaiknya digunakan sebagai acuan awal, lalu dikonfirmasi kembali dengan sesepuh atau tokoh agama setempat.

    Apakah selamatan wajib dilakukan seluruhnya?

    Tidak. Pelaksanaan selamatan disesuaikan dengan kemampuan dan kesepakatan keluarga masing-masing; sebagian keluarga hanya melaksanakan sebagian tahapan sesuai kondisi.